Tiga tahun lalu, tim engineering kami berkumpul di kantor pusat Grin dan menghadapi kenyataan yang sudah lama kami abaikan: sistem dispatch yang kami tulis di 2019 tidak dirancang untuk skala ini. Target awalnya 50.000 trip per hari di Jabodetabek. Pada penghujung 2022, volume itu sudah tembus 3 juta trip, merentang dari Banda Aceh hingga Jayapura.

Masalah yang Tidak Bisa Di-patch Lagi

Sistem lama berdiri di atas arsitektur monolitik. Setiap request ride melewati satu service yang menangani semuanya — geocoding, pricing, driver matching, sampai perhitungan ETA. Di jam sibuk, P99 latency meroket dari 200ms ke lebih dari 4 detik. Pengguna tidak melihat error, tapi mereka merasakan delay. Dan dalam bisnis ride-hailing, satu detik penundaan berarti satu order yang berpindah tangan.

Dalam 6 bulan pertama setelah deploy arsitektur baru, P99 latency turun dari 4.200ms ke 180ms di seluruh kota tier-1.